Tajwid Surat Asy Syams ayat 1-15: Hukum, Makna, dan Kandungan

Surat Asy Syams adalah surat ke-91 dalam Al-Qur’an. Surat ini terdiri dari 15 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Surat ini dinamai Asy Syams (Matahari) karena diawali dengan sumpah Allah yang bersaksi dengan matahari dan beberapa ciptaan-Nya yang lain. Surat ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga fitrah dan taqwa, serta mengingatkan kita tentang akibat buruk dari mengikuti hawa nafsu. Dalam artikel ini, kita akan membahas tajwid, makna, dan kandungan dari Surat Asy Syams ayat 1-15.

Tajwid Surat Asy Syams ayat 1-15

Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah. Tajwid meliputi hukum-hukum bacaan yang berkaitan dengan huruf, kata, dan ayat. Dengan menguasai tajwid, kita dapat menghormati Al-Qur’an sebagai firman Allah dan menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat merubah makna ayat. Berikut adalah beberapa hukum tajwid yang terdapat dalam Surat Asy Syams ayat 1-15:

  • Ayat 1: وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا (Demi matahari dan cahayanya). Pada kata وَالشَّمْسِ, terdapat hukum idgham bighunnah, yaitu menyatukan dua huruf nun mati atau tanwin dengan huruf berbaris yang berikutnya dengan dengung. Huruf berbaris adalah ي ن م و ر ل. Contoh lain: مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (Dari (golongan) jin dan manusia).
  • Ayat 2: وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (Dan bulan apabila mengiringinya). Pada kata وَالْقَمَرِ, terdapat hukum ikhfa syafawi, yaitu menyamarkan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan meletakkan lidah di antara dua gigi seri atas dan bawah. Huruf yang menyebabkan ikhfa syafawi adalah ل و ر. Contoh lain: وَالْفَجْرِ (Demi fajar).
  • Ayat 3: وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا (Dan siang apabila menampakkannya). Pada kata وَالنَّهَارِ, terdapat hukum iqlab, yaitu mengubah bunyi huruf nun mati atau tanwin menjadi bunyi م dengan menutup bibir. Huruf yang menyebabkan iqlab adalah ب. Contoh lain: أَنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذَا الْبَلَدِ (Sesungguhnya aku diperintah untuk menyembah Tuhan (pemelihara) negeri ini).
  • Ayat 4: وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا (Dan malam apabila menutupinya). Pada kata وَاللَّيْلِ, terdapat hukum idgham mutamasilain, yaitu menyatukan dua huruf yang sama tanpa dengung. Contoh lain: وَالصَّافَّاتِ صَفًّا (Demi (malaikat-malaikat) yang tersusun dalam barisan).
  • Ayat 5: وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا (Dan langit dan Yang membangunnya). Pada kata وَالسَّمَاءِ, terdapat hukum idgham mimi, yaitu menyatukan huruf م dengan huruf berikutnya dengan dengung. Huruf yang menyebabkan idgham mimi adalah ب. Contoh lain: وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتِ (Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan).
  • Ayat 6: وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا (Dan bumi dan Yang meratakan). Pada kata وَالْأَرْضِ, terdapat hukum ikhfa hakiki, yaitu menyamarkan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan menempelkan pangkal lidah ke langit-langit mulut. Huruf yang menyebabkan ikhfa hakiki adalah ت ث د ذ ج ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك. Contoh lain: وَالْعَصْرِ (Demi masa).
  • Ayat 7: وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (Dan jiwa dan Yang menyempurnakannya). Pada kata وَنَفْسٍ, terdapat hukum qalqalah kubra, yaitu menggetarkan suara huruf mati yang berbaris dengan kuat. Huruf yang menyebabkan qalqalah kubra adalah ق ط ب ج د. Contoh lain: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”).
  • Ayat 8: فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (Maka Dia mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya). Pada kata فَأَلْهَمَهَا, terdapat hukum ikhfa’ syafawi, seperti pada ayat 2. Pada kata فُجُورَهَا, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1. Pada kata وَتَقْوَاهَا, terdapat hukum idgham mutamasilain, seperti pada ayat 4.
  • Ayat 9: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (Beruntunglah orang yang mensucikannya). Pada kata قَدْ, terdapat hukum qalqalah kubra, seperti pada ayat 7. Pada kata زَكَّاهَا, terdapat hukum idgham mutamasilain, seperti pada ayat 4.
  • Ayat 10: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (Dan merugilah orang yang mengotorinya). Pada kata وَقَدْ, terdapat hukum qalqalah kubra, seperti pada ayat 7 dan 9. Pada kata دَسَّاهَا, terdapat hukum idgham mutamasilain, seperti pada ayat 4 dan 9.
  • Ayat 11: كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا (Kaum Tsamud telah mendustakan (Tuhannya) karena keangkuhan mereka). Pada kata كَذَّبَتْ, terdapat hukum qalqalah kubra, seperti pada ayat 7, 9, dan 10. Pada kata بِطَغْوَاهَا, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1 dan 8.
  • Ayat 12: إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا (Tatkala bangkit yang paling celaka di antara mereka). Pada kata إِذِ, terdapat hukum ikhfa hakiki, seperti pada ayat 6. Pada kata أَشْقَاهَا, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1, 8, dan 11.
  • Ayat 13: فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا (Maka berkatalah kepada mereka rasul Allah: “(Inilah) unta betina Allah dan minumannya”). Pada kata لَهُمْ, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1, 8, 11, dan 12. Pada kata وَسُقْيَاهَا, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1, 8, 11, 12, dan 13.
  • Ayat 14: فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا (Maka mereka mendustakannya dan menyembelihnya. Maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Dia meratakan (negeri mereka)). Pada kata فَكَذَّبُوهُ, terdapat hukum qalqalah kubra, seperti pada ayat 7, 9, 10, dan 11. Pada kata فَعَقَرُوهَا, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1, 8, 11, 12, 13, dan 14. Pada kata فَدَمْدَمَ, terdapat hukum idgham mutamasilain, seperti pada ayat 4, 7, 9, dan 10. Pada kata عَلَيْهِمْ, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1, 8, 11, 12, 13, 14, dan 15. Pada kata بِذَنْبِهِمْ, terdapat hukum ikhfa hakiki, seperti pada ayat 6. Pada kata فَسَوَّاهَا, terdapat hukum idgham mutamasilain, seperti pada ayat 4, 7, 9, 10, dan 14.
  • Ayat 15: وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا (Dan Dia tidak takut akan akibatnya). Pada kata عُقْبَاهَا, terdapat hukum idgham bighunnah, seperti pada ayat 1, 8, 11, 12, 13, 14, dan 15.

Makna Surat Asy Syams ayat 1-15

Setelah membahas tajwid Surat Asy Syams ayat 1-15, kita akan memahami makna dari ayat-ayat tersebut. Makna Surat Asy Syams ayat 1-15 adalah sebagai berikut:

  • Ayat 1: Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya yang merupakan sumber kehidupan dan keindahan di dunia ini.
  • Ayat 2: Allah bersumpah dengan bulan yang mengiringi matahari dan mengatur siklus waktu dan perhitungan.
  • Ayat 3: Allah bersumpah dengan siang yang menampakkan matahari dan segala yang ada di bawahnya.
  • Ayat 4: Allah bersumpah dengan malam yang menutupi matahari dan memberikan ketenangan dan istirahat.
  • Ayat 5: Allah bersumpah dengan langit yang Dia bangun dengan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya.
  • Ayat 6: Allah bersumpah dengan bumi yang Dia ratakan dan hiasi dengan berbagai macam makhluk dan manfaat.
  • Ayat 7: Allah bersumpah dengan jiwa yang Dia ciptakan dan sempurnakan dengan fitrah dan akal.
  • Ayat 8: Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaan, yaitu pilihan untuk berbuat baik atau buruk.
  • Ayat 9: Orang yang mensucikan jiwa itu dengan taat kepada Allah dan menjauhi maksiat, maka ia akan beruntung di dunia dan akhirat.
  • Ayat 10: Orang yang mengotori jiwa itu dengan durhaka kepada Allah dan mengikuti hawa nafsu, maka ia akan merugi di dunia dan akhirat.
  • Ayat 11: Kaum Tsamud adalah contoh orang-orang yang mengotori jiwa mereka dengan mendustakan rasul Allah dan menyembelih unta betina yang diberikan sebagai mukjizat.
  • Ayat 12: Kaum Tsamud dihancurkan oleh Allah karena keangkuhan mereka yang tidak mau mengakui kebenaran dan mengikuti petunjuk.
  • Ayat 13: Rasul Allah yang dimaksud adalah Nabi Shaleh as, yang diutus kepada kaum Tsamud untuk menyampaikan risalah Allah dan mengajak mereka untuk beriman.
  • Ayat 14: Nabi Shaleh as memberikan unta betina yang ajaib sebagai bukti kebenaran dakwahnya dan memerintahkan kaum Tsamud untuk tidak menyakitinya atau menghalangi minumannya.
  • Ayat 15: Namun, kaum Tsamud tidak menghiraukan peringatan Nabi Shaleh as dan membunuh unta betina itu dengan kejam. Maka Allah mengazab mereka dengan suara yang mengguntur dan menghancurkan negeri mereka.

Kandungan Surat Asy Syams ayat 1-15

Setelah membahas tajwid dan makna Surat Asy Syams ayat 1-15, kita akan menggali kandungan dari ayat-ayat tersebut. Kandungan Surat Asy Syams ayat 1-15 adalah sebagai berikut:

  • Ayat 1-6: Allah menyatakan kebesaran dan keagungan-Nya dengan bersumpah dengan beberapa ciptaan-Nya yang luar biasa, seperti matahari, bulan, siang, malam, langit, dan bumi. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur segala sesuatu.
  • Ayat 7-10: Allah menegaskan bahwa jiwa manusia adalah ciptaan-Nya yang paling mulia dan sempurna, yang diberi fitrah dan taqwa, serta pilihan untuk berbuat baik atau buruk. Allah juga menjanjikan balasan yang sesuai dengan pilihan manusia, yaitu kebahagiaan atau kesengsaraan.
  • Ayat 11-15: Allah memberikan contoh nyata dari kaum Tsamud, yang mendustakan rasul Allah dan menyembelih unta betina yang diberikan sebagai mukjizat. Allah menghancurkan mereka dengan azab yang dahsyat dan tidak takut akan akibatnya. Ini merupakan peringatan bagi manusia agar tidak mengulangi kesalahan kaum Tsamud.

Hukum Tajwid Surat An Nisa Ayat 136

Kesimpulan

Surat Asy Syams adalah surat yang mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga fitrah dan taqwa, serta mengingatkan kita tentang akibat buruk dari mengikuti hawa nafsu. Surat ini juga menunjukkan kebesaran dan keagungan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu. Surat ini juga memberikan contoh nyata dari kaum Tsamud, yang mendustakan rasul Allah dan menyembelih unta betina yang diberikan sebagai mukjizat. Allah menghancurkan mereka dengan azab yang dahsyat dan tidak takut akan akibatnya. Ini merupakan peringatan bagi manusia agar tidak mengulangi kesalahan kaum Tsamud.

Demikianlah artikel yang saya buat tentang Tajwid Surat Asy Syams ayat 1-15. Saya harap artikel ini bermanfaat bagi kamu. Terima kasih telah meminta bantuan saya. Semoga Allah memberkahi kita.

Leave a Comment