Tajwid Surat Fussilat Ayat 1-5: Makna, Hukum, dan Keutamaan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar, sahabat pembaca? Semoga selalu dalam keadaan sehat, bahagia, dan berkah. Aamiin.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi dengan Anda tentang tajwid surat Fussilat ayat 1-5. Surat Fussilat adalah surat ke-41 dalam Al-Qur’an, yang terdiri dari 54 ayat, dan diturunkan di Mekkah. Surat ini juga dikenal dengan nama Ha Mim Sajdah, karena di awal surat terdapat huruf Ha Mim, dan di akhir surat terdapat ayat sajdah.

Surat Fussilat termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Surat Makkiyah umumnya berisi tentang tauhid, akidah, dan akhlak. Surat Fussilat juga mengandung berbagai kisah, hikmah, dan peringatan bagi manusia.

Ayat 1-5 dari surat Fussilat adalah ayat pembuka yang menjelaskan tentang sifat-sifat Al-Qur’an, yaitu sebagai kitab yang diturunkan dari Allah SWT, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang ayat-ayatnya dijelaskan secara rinci dalam bahasa Arab, yang membawa berita gembira dan peringatan bagi manusia, yang diseru oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan utusan Allah SWT dan manusia biasa seperti kita.

Ayat-ayat ini juga menggambarkan sikap orang-orang kafir yang menolak Al-Qur’an, yaitu dengan mengatakan bahwa hati mereka sudah tertutup, telinga mereka sudah tersumbat, dan di antara mereka dan Nabi Muhammad SAW ada tabir. Mereka juga sombong dan menganggap diri mereka lebih kuat dari Allah SWT, padahal Allah SWT adalah pencipta mereka dan lebih kuat dari mereka.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang makna, hukum, dan keutamaan dari tajwid surat Fussilat ayat 1-5. Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar, sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh para ulama. Dengan mempelajari tajwid, kita dapat memahami makna Al-Qur’an dengan lebih baik, dan menghormati firman Allah SWT dengan lebih baik.

Mari kita mulai dengan membaca ayat 1-5 dari surat Fussilat, beserta terjemahannya.

Ayat 1

حٰمٓ (1)

Haa Miim.

Artinya: Ha Mim.

Ayat 2

تَنْزِيْلٌ مِّنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (2)

Tangziilum minar-rohmaanir-rohiim.

Artinya: (Al-Qur’an ini) diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Ayat 3

كِتٰبٌ فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ (3)

Kitaabung fushshilat aayaatuhuu qur-aanan ‘arobiyyal liqoumiy ya’lamuun.

Artinya: Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui.

Ayat 4

بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۚ فَاَعْرَضَ اَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ (4)

Basyiirow wa naziiroo, fa a’rodho aksaruhum fa hum laa yasma’uun.

Artinya: yang membawa berita gembira dan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya) serta tidak mendengarkan.

Ayat 5

وَقَا لُوْا قُلُوْبُنَا فِيْۤ اَكِنَّةٍ مِّمَّا تَدْعُوْنَاۤ اِلَيْهِ وَفِيْۤ اٰذَا نِنَا وَقْرٌ وَّمِنْۢ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَا بٌ فَا عْمَلْ اِنَّنَا عٰمِلُوْنَ (5)

Wa qooluu quluubunaa fiii akinnatim mimmaa tad’uunaaa ilaihi wa fiii aazaaninaa waqruw wa mim baininaa wa bainika hijaabung fa’mal innanaa ‘aamiluun.

Artinya: Dan mereka berkata, “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami).”

Makna Tajwid Surat Fussilat Ayat 1-5

Dalam ayat 1, kita membaca huruf Ha Mim, yang termasuk ke dalam huruf-huruf muqatta’ah, yaitu huruf-huruf yang terletak di awal beberapa surat dalam Al-Qur’an. Huruf-huruf ini memiliki makna yang hanya diketahui oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, dan tidak boleh ditafsirkan secara sembarangan. Huruf-huruf ini menunjukkan keajaiban dan keindahan Al-Qur’an, yang tidak dapat ditiru oleh manusia.

Dalam ayat 2, kita membaca bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Allah SWT, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai rahmat dan hidayah bagi manusia, yang mengajarkan mereka tentang tauhid, syariat, dan akhirat. Allah SWT juga menurunkan Al-Qur’an dengan kasih sayang dan kelembutan, yang menghibur dan menyentuh hati orang-orang yang beriman.

Dalam ayat 3, kita membaca bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan secara rinci, dalam bahasa Arab yang jelas dan fasih. Allah SWT menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan berbagai cara, seperti dengan menggunakan perumpamaan, kisah, dalil, argumentasi, dan lain-lain. Allah SWT juga menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab, yang merupakan bahasa yang paling cocok untuk menyampaikan makna Al-Qur’an, karena kekayaan, keindahan, dan kekuatannya. Bahasa Arab juga merupakan bahasa yang dipahami oleh kaum yang pertama kali menerima Al-Qur’an, yaitu kaum Arab di Mekkah dan Madinah.

Dalam ayat 4, kita membaca bahwa Al-Qur’an membawa berita gembira dan peringatan bagi manusia. Berita gembira adalah tentang pahala dan surga yang Allah SWT sediakan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Peringatan adalah tentang siksa dan neraka yang Allah SWT ancamkan bagi orang-orang yang kafir dan berbuat maksiat. Al-Qur’an juga mengajak manusia untuk beriman, bertauhid, dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta menjauhi syirik, kekufuran, dan kemaksiatan.

Dalam ayat 5, kita membaca bahwa orang-orang kafir menolak Al-Qur’an dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Mereka mengatakan bahwa hati mereka sudah tertutup dari Al-Qur’an, padahal sebenarnya hati mereka yang menutup diri dari hidayah Allah SWT. Mereka juga mengatakan bahwa telinga mereka sudah tersumbat, padahal sebenarnya telinga mereka yang tidak mau mendengarkan Al-Qur’an. Mereka juga mengatakan bahwa di antara mereka dan Nabi Muhammad SAW ada dinding, padahal sebenarnya mereka yang membatasi diri dari rahmat Allah SWT. Mereka juga sombong dan angkuh, dan menganggap diri mereka lebih kuat dari Allah SWT, padahal sebenarnya mereka adalah makhluk yang lemah dan hina.

Hukum Tajwid Surat Fussilat Ayat 1-5

Setelah memahami makna dari ayat 1-5 surat Fussilat, kita juga perlu mempelajari hukum tajwidnya, yaitu kaidah-kaidah yang mengatur cara membaca Al-Qur’an dengan benar. Hukum tajwid sangat penting untuk dipelajari, karena dengan tajwid kita dapat mengucapkan huruf-huruf, kata-kata, dan ayat-ayat Al-Qur’an dengan tepat, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah maknanya. Hukum tajwid juga dapat membantu kita untuk membedakan antara ayat-ayat yang mirip, dan menghindari kesalahan-kesalahan dalam membaca Al-Qur’an.

Berikut adalah beberapa hukum tajwid yang terdapat dalam ayat 1-5 surat Fussilat, beserta contoh dan penjelasannya.

Idgham Bighunnah

Idgham bighunnah adalah hukum tajwid yang mengatur tentang penggabungan dua huruf nun mati atau tanwin dengan salah satu dari enam huruf berikut: ي, ن, م, و, ل, ر. Jika terjadi penggabungan seperti ini, maka huruf nun mati atau tanwin tidak diucapkan, tetapi diganti dengan dengung (ghunnah) yang panjang.

Contoh: تَنْزِيْلٌ مِّنَ الرَّحْمٰنِ

Dalam contoh ini, terdapat idgham bighunnah antara tanwin dammah pada kata تَنْزِيْلٌ dengan huruf mim pada kata مِّنَ. Oleh karena itu, kita tidak mengucapkan tanwin dammah tersebut, tetapi menggantinya dengan dengung yang panjang, sehingga menjadi تَنْزِيْلٌمِّنَ.

Idgham Bilaghunnah

Idgham bilaghunnah adalah hukum tajwid yang mengatur tentang penggabungan dua huruf nun mati atau tanwin dengan salah satu dari empat huruf berikut: ا, ه, ع, غ. Jika terjadi penggabungan seperti ini, maka huruf nun mati atau tanwin tidak diucapkan, tetapi diganti dengan dengung (ghunnah) yang pendek.

Contoh: فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ

Dalam contoh ini, terdapat idgham bilaghunnah antara huruf nun mati pada kata فَهُمْ dengan huruf ain pada kata يَسْمَعُوْنَ. Oleh karena itu, kita tidak mengucapkan huruf nun mati tersebut, tetapi menggantinya dengan dengung yang pendek, sehingga menjadi فَهُمْلَا يَسْمَعُوْنَ.

Iqlab

Iqlab adalah hukum tajwid yang mengatur tentang penggantian huruf nun mati atau tanwin dengan huruf mim, jika diikuti oleh huruf ba. Jika terjadi penggantian seperti ini, maka huruf nun mati atau tanwin tidak diucapkan, tetapi diganti dengan huruf mim, dan diucapkan dengan dengung (ghunnah) yang panjang.

Contoh: مِمَّا تَدْعُوْنَا

Dalam contoh ini, terdapat iqlab antara tanwin fathah pada kata مِمَّا dengan huruf ba pada kata تَدْعُوْنَا. Oleh karena itu, kita tidak mengucapkan tanwin fathah tersebut, tetapi menggantinya dengan huruf mim, dan mengucapkannya dengan dengung yang panjang, sehingga menjadi مِمَّمْ تَدْعُوْنَا.

Izhar

Izhar adalah hukum tajwid yang mengatur tentang pengucapan huruf nun mati atau tanwin secara jelas, jika diikuti oleh salah satu dari enam belas huruf berikut: ا, ه, ع, غ, خ, ح, ج, ش, ص, ض, ط, ظ, ق, ك, ف, ث. Jika terjadi pengucapan seperti ini, maka huruf nun mati atau tanwin tidak digabungkan atau diganti dengan huruf lain, tetapi diucapkan secara jelas dan terpisah.

Contoh: قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا

Dalam contoh ini, terdapat izhar antara tanwin fathah pada kata قُرْاٰنًا dengan huruf ain pada kata عَرَبِيًّ Ini berarti kita harus mengucapkan tanwin fathah tersebut secara jelas, dan tidak menggabungkannya dengan huruf ain. Cara membacanya adalah sebagai berikut:

قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا

Qur-aanan ‘arobiyyan.

Ikhfa

Ikhfa adalah hukum tajwid yang mengatur tentang pengucapan huruf nun mati atau tanwin dengan samar-samar, jika diikuti oleh salah satu dari lima belas huruf berikut: ت, ب, ج, د, ذ, ز, س, ش, ص, ض, ط, ظ, ف, ق, ك. Jika terjadi pengucapan seperti ini, maka huruf nun mati atau tanwin tidak diucapkan secara jelas, tetapi diucapkan dengan dengung (ghunnah) yang panjang, dan huruf setelahnya diucapkan dengan samar-samar.

Contoh: لِّقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Dalam contoh ini, terdapat ikhfa antara tanwin dammah pada kata لِّقَوْمٍ dengan huruf ya pada kata يَّعْلَمُوْنَ. Oleh karena itu, kita tidak mengucapkan tanwin dammah tersebut secara jelas, tetapi mengucapkannya dengan dengung yang panjang, dan mengucapkan huruf ya dengan samar-samar, sehingga menjadi لِّقَوْمٍيَّعْلَمُوْنَ.

Mad

Mad adalah hukum tajwid yang mengatur tentang pemanjangan suara huruf-huruf mati yang memiliki harakat fathah, kasrah, atau dammah. Ada beberapa jenis mad, seperti mad asli, mad badal, mad far’i, mad lazim, mad arid, mad silah, mad tamkin, dan mad jaiz munfasil. Setiap jenis mad memiliki panjang dan syarat yang berbeda-beda.

Contoh: اٰيٰتُهٗ

Dalam contoh ini, terdapat mad asli pada huruf alif dan mad badal pada huruf ya. Mad asli adalah mad yang terjadi karena adanya huruf alif, wau, atau ya yang bertanda sukun setelah huruf mati yang bertanda fathah, kasrah, atau dammah. Panjang mad asli adalah dua harakat, jika tidak ada hamzah setelahnya. Mad badal adalah mad yang terjadi karena adanya huruf alif, wau, atau ya yang bertanda sukun setelah huruf hamzah yang bertanda fathah, kasrah, atau dammah. Panjang mad badal adalah dua harakat, jika tidak ada hamzah setelahnya. Oleh karena itu, kita mengucapkan huruf alif dan ya tersebut dengan pemanjangan suara sebanyak dua harakat, sehingga menjadi اٰيٰتُهٗ.

Pengertian Hukum Ikhfa beserta Tingkatan dan Contohnya

Keutamaan Tajwid Surat Fussilat Ayat 1-5

Setelah mempelajari makna dan hukum tajwid dari ayat 1-5 surat Fussilat, kita juga perlu mengetahui keutamaan dan manfaat dari membaca dan mengamalkan ayat-ayat ini. Keutamaan dan manfaat dari ayat-ayat ini adalah sebagai berikut:

  • Ayat 1-5 surat Fussilat adalah ayat yang mengagungkan Al-Qur’an, yang merupakan firman Allah SWT yang paling mulia, yang diturunkan sebagai rahmat, hidayah, dan mukjizat bagi manusia. Barangsiapa yang membaca dan mengamalkan ayat-ayat ini, maka ia akan mendapatkan keberkahan, kecintaan, dan kehormatan dari Allah SWT.
  • Ayat 1-5 surat Fussilat adalah ayat yang menjelaskan sifat-sifat Al-Qur’an, yang merupakan kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan secara rinci, dalam bahasa Arab yang jelas dan fasih, yang membawa berita gembira dan peringatan bagi manusia. Barangsiapa yang membaca dan mengamalkan ayat-ayat ini, maka ia akan mendapatkan ilmu, hikmah, dan petunjuk dari Allah SWT.
  • Ayat 1-5 surat Fussilat adalah ayat yang menggambarkan sikap orang-orang kafir yang menolak Al-Qur’an, yang merupakan kesombongan, kebodohan, dan kezaliman yang besar. Barangsiapa yang membaca dan mengamalkan ayat-ayat ini, maka ia akan mendapatkan perlindungan, keselamatan, dan kebaikan dari Allah SWT.

Demikianlah artikel yang saya buat tentang tajwid surat Fussilat ayat 1-5. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan semoga Allah SWT memberkahi kita semua dengan ilmu yang bermanfaat, amal yang shaleh, dan hati yang bersih. Aamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Comment