Pengertian Hukum Ikhfa beserta Tingkatan dan Contohnya

simadrasah.com – Hukum ikhfa adalah salah satu hukum bacaan al-Qur’an yang berkaitan dengan cara mengucapkan huruf nun mati atau tanwin. Hukum ikhfa berarti menyamarkan atau menyembunyikan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan cara menahan atau merapatkan lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf nun mati atau tanwin tidak terdengar jelas, tetapi juga tidak hilang sama sekali.

Hukum ikhfa berlaku jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf berikut: ط ظ ض ز س ش ص ض ذ ث ف ق ك ت ح. Huruf-huruf ini disebut huruf ikhfa. Jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf lain selain huruf ikhfa, maka berlaku hukum bacaan lain, seperti izhar, idgham, atau iqlab.

Hukum ikhfa memiliki beberapa tingkatan atau macam, yaitu ikhfa syafawi, ikhfa mutlaq, ikhfa haqiqi, dan ikhfa majazi. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing tingkatan hukum ikhfa, beserta contoh ayat al-Qur’an yang mengandungnya.

Ikhfa Syafawi

Ikhfa syafawi adalah hukum ikhfa yang berlaku jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf م (mim). Cara membacanya adalah dengan menyamarkan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan cara menempelkan bibir atas dan bawah, sehingga terdengar seperti suara mendesah. Lamanya bacaan ikhfa syafawi adalah dua harakat.

Contoh ayat al-Qur’an yang mengandung ikhfa syafawi adalah sebagai berikut:

  • Surat al-Baqarah ayat 156: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un)
  • Surat al-Ma’idah ayat 6: {فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ} (Fataiyammamu sa’idan thayyiban fa-imsahu biwujuhikum wa aydikum)
  • Surat al-Mulk ayat 15: {هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ} (Huwa alladzi ja’ala lakumul arda dzalulan fa-imsyu fi manakibiha wa kulu min rizqihi)

Ikhfa Mutlaq

Ikhfa mutlaq adalah hukum ikhfa yang berlaku jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 14 huruf ikhfa selain mim, yaitu ط ظ ض ز س ش ص ض ذ ث ف ق ك ت ح. Cara membacanya adalah dengan menyamarkan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan cara menahan atau merapatkan lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf nun mati atau tanwin tidak terdengar jelas, tetapi juga tidak hilang sama sekali. Lamanya bacaan ikhfa mutlaq adalah dua harakat.

Contoh ayat al-Qur’an yang mengandung ikhfa mutlaq adalah sebagai berikut:

  • Surat al-Fatihah ayat 4: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} (Maliki yaumid-din)
  • Surat al-Baqarah ayat 2: {ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ} (Dzalikal kitabu la raiba fihi)
  • Surat al-Baqarah ayat 152: {فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ} (Fadzkuruni adzkurkum washkuruli wa la takfurun)

Ikhfa Haqiqi

Ikhfa haqiqi adalah hukum ikhfa yang berlaku jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari enam huruf berikut: ز س ش ص ض ط. Huruf-huruf ini disebut huruf hams, yaitu huruf yang diucapkan dengan mengeluarkan nafas. Cara membacanya adalah dengan menyamarkan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan cara menahan atau merapatkan lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf nun mati atau tanwin tidak terdengar jelas, tetapi juga tidak hilang sama sekali. Lamanya bacaan ikhfa haqiqi adalah empat harakat.

Contoh ayat al-Qur’an yang mengandung ikhfa haqiqi adalah sebagai berikut:

  • Surat al-Baqarah ayat 30: {إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً} (Inni ja’ilun fil ardi khalifah)
  • Surat al-Baqarah ayat 102: {وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ} (Wa ma yu’allimani min ahadin hatta yaqula inna ma nahnu fitnah)
  • Surat al-Baqarah ayat 222: {إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ} (Innallaha yuhibbut-tawwabina wa yuhibbul-mutathahirin)

Ikhfa Majazi

Ikhfa majazi adalah hukum ikhfa yang berlaku jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari delapan huruf ikhfa selain huruf hams, yaitu ظ ذ ث ف ق ك ت ح. Huruf-huruf ini disebut huruf jahr, yaitu huruf yang diucapkan dengan menekan lidah ke langit-langit mulut. Cara membacanya adalah dengan menyamarkan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan cara menahan atau merapatkan lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf nun mati atau tanwin tidak terdengar jelas, tetapi juga tidak hilang sama sekali. Lamanya bacaan ikhfa majazi adalah dua harakat.

Contoh ayat al-Qur’an yang mengandung ikhfa majazi adalah sebagai berikut:

  • Surat al-Baqarah ayat 31: {وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا} (Wa ‘allama adama al-asma’a kullah)
  • Surat al-Baqarah ayat 183: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ} (Ya ayyuhal ladzina amanu kutiba ‘alaikumus-siyam)
  • Surat al-Baqarah ayat 196: {وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ} (Wa atmull-hajja wal-‘umrata lillah)

Kesimpulan

Hukum ikhfa adalah salah satu hukum bacaan al-Qur’an yang berkaitan dengan cara mengucapkan huruf nun mati atau tanwin. Hukum ikhfa berarti menyamarkan atau menyembunyikan bunyi huruf nun mati atau tanwin dengan cara menahan atau merapatkan lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyi huruf nun mati atau tanwin tidak terdengar jelas, tetapi juga tidak hilang sama sekali.

Hukum ikhfa memiliki beberapa tingkatan atau macam, yaitu ikhfa syafawi, ikhfa mutlaq, ikhfa haqiqi, dan ikhfa majazi. Masing-masing tingkatan memiliki cara bacaan dan contoh ayat yang berbeda, sesuai dengan huruf yang bertemu dengan huruf nun mati atau tanwin. Lamanya bacaan ikhfa juga berbeda-beda, tergantung pada tingkatannya.

Demikianlah artikel yang saya buat tentang pengertian hukum ikhfa beserta tingkatan dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin mempelajari hukum bacaan al-Qur’an dengan lebih baik. Jika memiliki pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih telah membaca.

Leave a Comment